soal-soal fisika kelas XI SMA

Soal-soal fisika kelas XI SMA

 

Soal No. 1
Sebuah balok ditarik gaya F = 120 N yang membentuk sudut 37o terhadap arah horizontal.

Jika balok bergeser sejauh 10 m, tentukan usaha yang dilakukan pada balok!

Pembahasan

Soal No. 2
Balok bermassa 2 kg berada di atas permukaan yang licin dipercepat ari kondisi diam hingga bergerak dengan percepatan 2 m/s2.

Tentukan usaha yang dilakukan terhadap balok selama 5 sekon!

Pembahasan

Terlebih dahulu dicari kecepatan balok saat 5 sekon, kemudian dicari selisih energi kinetik dari kondisi awak dan akhirnya:

Soal No. 3
Benda 10 kg hendak digeser melalui permukaan bidang miring yang licin seperti gambar berikut!

Tentukan usaha yang diperlukan untuk memindahkan benda tersebut!

Pembahasan

Mencari usaha dengan selisih energi potensial :

Soal No. 4
Perhatikan grafik gaya (F) terhadap perpindahan (S) berikut ini!

Tentukan besarnya usaha hingga detik ke 12!

Pembahasan

Usaha = Luasan antara garis grafik F-S dengan sumbu S, untuk grafik di atas luasan berupa trapesium

Soal No. 5
Sebuah mobil bermassa 5.000 kg sedang bergerak dengan kelajuan 72 km/jam mendekati lampu merah.

 

Tentukan besar gaya pengereman yang harus dilakukan agar mobil berhenti di lampu merah yang saat itu berjarak 100 meter dari mobil! (72 km/jam = 20 m/s)

Pembahasan

Soal No. 1
Sebuah pegas digantung dengan posisi seperti gambar berikut! Pegas kemudian diberi

beban benda bermassa M = 500 gram sehingga bertambah panjang 5 cm.

Tentukan :
a) Nilai konstanta pegas
b) Energi potensial pegas pada kondisi II
c) Energi potensial pegas pada kondisi III ( benda M kemudian ditarik sehingga bertambah panjang 7 cm)
d) Energi potensial sistem pegas pada kondisi III
e) Periode getaran yang terjadi jika pegas disimpangkan hingga bergetar harmonis
f) Frekuensi getaran pegas

Pembahasan
a) Nilai konstanta pegas
Gaya-gaya yang bekerja pada benda M saat kondisi II adalah gaya pegas dengan arah ke atas dan gaya berat dengan arah ke bawah. Kedua benda dalam kondisi seimbang.

b) Energi potensial pegas pada kondisi II

c) Energi potensial pegas pada kondisi III ( benda M kemudian ditarik sehingga bertambah panjang 7 cm)

d) Energi potensial sistem pegas pada kondisi III

e) Periode getaran yang terjadi jika pegas disimpangkan hingga bergetar harmonis

f) Frekuensi getaran pegas

Soal No. 2
Enam buah pegas identik disusun sehingga terbentuk seperti gambar di bawah. Pegas kemudian digantungi beban bermassa M .

Jika konstanta masing-masing pegas adalah 100 N/m, dan massa M adalah 5 kg, tentukan :
a) Nilai konstanta susunan pegas
b) Besar pertambahan pertambahan panjang susunan pegas setelah digantungi massa M

Pembahasan

a) Nilai konstanta susunan pegas

b) Besar pertambahan pertambahan panjang susunan pegas setelah digantungi massa M

Soal No. 3
Perhatikan gambar berikut! Pegas-pegas dalam susunan adalah identik dan masing-masing memiliki konstanta sebesar 200 N/m.

Gambar 3a

Gambar 3b

Tentukan :
a) nilai total konstanta susunan pegas pada gambar 3a
b) nilai total konstanta susunan pegas pada gambar 3b

Pembahasan

a) nilai total konstanta susunan pegas pada gambar 3a
Susunan pada gambar 3a identik dengan 4 pegas yang disusun paralel, sehingga ktot = 200 + 200 + 200 + 200 = 800 N/m

b) nilai total konstanta susunan pegas pada gambar 3b


Soal No. 4
Sebuah benda bermassa M = 1,90 kg diikat dengan pegas yang ditanam pada sebuah dinding seperti gambar dibawah! Benda M kemudian ditembak dengan peluru bermassa m = 0,10 kg.

Jika peluru tertahan di dalam balok dan balok bergerak ke kiri hingga berhenti sejauh x = 25 cm, tentukan kecepatan peluru dan balok saat mulai bergerak jika nilai konstanta pegas adalah 200 N/m!

Pembahasan

Kecepatan awal gerak balok (dan peluru di dalamnya) :

Soal No. 5
Perhatikan gambar berikut ini!

Tentukan :
a) nilai konsanta pegas
b) energi potensial pegas saat x = 0,02 meter
(Sumber gambar : Soal UN Fisika 2008 Kode Soal P4 )

Pembahasan

a) nilai konsanta pegas

b) energi potensial pegas saat x = 0,02 meter

 

 

1)  Soal  Tipe I Normal Parabolik

Perhatikan gambar berikut ini!

Sebuah peluru ditembakkan dengan kelajuan awal  100 m/s dan sudut elevasi 37o . Jika percepatan gravitasi bumi 10 m/s2, sin 37o = 3/5 dan cos 37o = 4/5
Tentukan:
a)  Penguraian vektor kecepatan awal terhadap arah horizontal (sumbu X)
b)  Penguraian vektor kecepatan awal terhadap arah vertikal (sumbu Y)
c)  Kecepatan peluru saat t = 1 sekon
d)  Arah kecepatan peluru saat t = 1 sekon terhadap garis mendatar (horisontal)
e)  Tinggi peluru saat t = 1 sekon
f)  Jarak mendatar peluru saat t = 1 sekon
g)  Waktu yang diperlukan peluru untuk mencapai titik tertinggi
h)  Kecepatan peluru saat mencapai titik tertinggi
i)  Tinggi maksimum yang bisa dicapai peluru ( Ymaks )
j)  Waktu yang diperlukan peluru untuk mencapai sasaran (jarak terjauh arah mendatar)
k)  Jarak terjauh yang dicapai peluru ( Xmaks )

Pembahasan

a)  Penguraian vektor kecepatan awal terhadap arah horizontal (sumbu X)

 

b)  Penguraian vektor kecepatan awal terhadap arah vertikal (sumbu Y)

c)  Kecepatan peluru saat t = 1 sekon

Karena gerak parabola terbentuk dari dua buah jenis gerak, yaitu GLBB pada sumbu Y dan GLB pada sumbu X, maka terlebih dahulu harus dicari kecepatan gerak peluru saat 1 sekon untuk masing-masing sumbu.

Pada sumbu X :

Karena jenis geraknya  GLB (gerak lurus beraturan) maka kecepatannya selalu konstan , jadi akan sama dengan kecepatan  awal untuk sumbu X jadi :

Pada sumbu Y:

Jenis gerakan pada sumbu Y adalah GLBB jadi ingat rumus untuk mencari kecepatan saat t yaitu Vt = Vo – gt dengan Vo disini diganti Vo miliknya Y  atau Voy

Terakhir untuk mencari gabungan kedua kecepatan atau disoal sering disebut dengan ” kecepatan ” saja

 

d)  Arah kecepatan peluru saat t = 1 sekon terhadap garis mendatar (horisontal)

Arah kecepatan bisa diwakili oleh nilai sinus, cosinus atau tan dari suatu sudut, kalo mau

sudutnya tinggal ubah saja jika sudah diketahui nilai sin, cos tan nya. Disini kita pakai nilai tan sudut katakanlah namanya sudut Θ dimana:

 

Besar sudutnya…, cari pakai kalkulator karena bukan sudut istimewa.

e)  Tinggi peluru saat t = 1 sekon

Saat 1 sekon ketinggian peluru namakan saja Y atau h juga boleh,…
f)  Jarak mendatar peluru saat t = 1 sekon

Saat 1 sekon jarak mendatar peluru namakan saja  X

g)  Waktu yang diperlukan peluru untuk mencapai titik tertinggi

Titik tertinggi dicapai peluru saat kecepatan pada sumbu Y adalah NOL. Sehingga:

h)  Kecepatan peluru saat mencapai titik tertinggi

Karena saat titik tertinggi  Vty = 0, maka tinggal Vtx saja yang ada nilainya sehingga:

Vt = Vtx = Vo cos α = 100(4/5) = 80 m/s

i)  Tinggi maksimum yang bisa dicapai peluru

Tinggi maksimum namakan Y maks atau di soal biasanya  hmax,..tinggal pilih saja :

j)  Waktu yang diperlukan peluru untuk mencapai sasaran (jarak terjauh arah mendatar)

Waktu untuk mencapai jarak mendatar paling jauh adalah dua kali waktu untuk mencapai ketinggian maksimum  sehingga hasilnya  2 x 6  = 12 sekon.

k)  Jarak terjauh yang dicapai peluru

Cara pertama, dipakai jika sudah diketahui waktunya (12 sekon)

Xmaks = (Vo cos α ) t = 100(4/5)12 = 960 meter

2) Soal Tipe II Setengah Parabolik

Sebuah peluru ditembakkan dari moncong sebuah meriam dengan kelajuan 50 m/s arah mendatar dari atas sebuah bukit, ilustrasi seperti gambar berikut.

Jika percepatan gravitasi bumi adalah 10 m/s2 dan ketinggian bukit 100 m

Tentukan :
a.  Waktu yang diperlukan peluru untuk mencapai tanah
b. Jarak mendatar yang dicapai peluru (S)

Pembahasan

a)  Waktu yang diperlukan peluru untuk mencapai tanah

Tinjau gerakan sumbu Y, yang merupakan gerak jatuh bebas. Sehingga Voy = O dan ketinggian bukit namakan Y (di soal dinamakan h)

Y = 1/2 g t2

100 = (1/2)(10) t2

t = √20 = 2√5 sekon

b) Jarak mendatar yang dicapai peluru (S)

Jarak mendatar gerakan berupa GLB karena sudutnya nol terhadap horizontal langsung saja pakai rumus:

S = V t

S = (50)( 2 √5) = 100 √5 meter

3) Soal Tipe III The Beauty

Sebuah bola dilontarkan dari atap sebuah gedung yang tingginya adalah h = 10 m dengan kelajuan awal V0 = 10 m/s

Jika percepatan gravitasi bumi adalah 10 ms2 , sudut yang terbentuk antara arah lemparan bola dengan arah horizontal adalah 30o dan gesekan bola dengan udara diabaikan,,

Tentukan :
a)  Waktu yang diperlukan bola untuk menyentuh tanah
b) Jarak mendatar yang dicapai bola

Pembahasan

a)  Waktu yang diperlukan bola untuk menyentuh tanah ketinggian gedung h atau sama dengan Y disini :

ambil nilai positif sehingga t = 2 sekon

Catatan : Jangan lupa tanda minus pada nilai Y, karena kalau plus berarti 10 meter diatas

tempat pelemparan, sementara posisi yang dicari adalah 10 meter dibawah tempat pelemparan.

b) Jarak mendatar yang dicapai bola

 

 

 

 

 

perilaku menyimpang

PERILAKU MENYIMPANG

I. Pengertian Perilaku Menyimpang

Menurut arti bahasa yang termuat dalam Kamus Lengkap Bahasa Indonesia (KLBI),  perilaku menyimpang diterjemahkan sebagai tingkah laku, perbuatan, atau tanggapan seseorang terhadap lingkungan yang mengacu pada norma-norma dan hukum yang ada di dalam masyarakat. Perilaku seperti itu –penyimpangan perilaku atau perilaku menyimpang– terjadi karena seseorang telah mengabaikan norma, aturan, atau tidak mematuhi patokan baku, berupa produk hukum baik yang tersirat maupun tersurat dan berlaku di tengah masyarakat. Sehingga perilaku pelakunya sering disematkan dengan istilah-istilah negatif, yang notabene dianggap kontraproduktif dengan aturan yang sudah ditetapkan atau terdapat di dalam norma-norma maupun hukum Agama dan negara.

Pengertian masyarakat menurut para ahli adalah sebagai berikut:

  1. Menurut James Vander Zanden, perilaku menyimpang adalah:

Perilaku yang oleh sejumlah orang dianggap sebagai hal yang tercela dan di luar batas toleransi. Ukuran perilaku menyimpang bukan pada ukuran baik-buruk atau benar-salah menurut pengertian umum, melainkan berdasarkan ukuran nilai dan norma sosial suatu masyarakat tertentu.

  1. Menurut  William Kornblum , perilaku menyimpang adalah:

Kelakuan atau tingkah laku yang bertentangan dengan norma-norma yang berlaku di masyarakat.

  1. Robert M.Z. Lawang, perilaku menyimpang adalah:

Semua tindakan yang menyimpang dari norma-norma yang berlaku dalam suatu system sosial dan menimbulkan usaha dari mereka yang berwenang untuk memperbaiki perilaku yang menyimpang tersebut.

  1. Menurut Bruce J.Cohen, perilaku menyimpang adalah:

Perilaku yang tidak berhasil menyesuaikan diri dengan kehendak masyarakat atau kelompok tertentu dalam masyarakat.

  1. Menurut J Paul B. Horton Perilaku menyimpang : setiap perilaku yang dinyatakan sebagai pelanggaran terhadap norma-norma kelompok atau masyarakat

Pengertian dari penyimpangan sosial: Bentuk Perilaku yang dilakukan oleh seseorang yang tidak sesuai dengan norma dan nilai sosial yang berlaku dalam masyarakat.

Menurut Alex Thio ada tiga factor yang berkaitan dengan penentuan hal yang di anggap sebagai perilaku menyimpang,yaitu:

1. Waktu: artinya perilaku menyimpang tersebut selalu berubah-ubah sesuai dengan perkembangan jaman atau selalu bervariasi antara periode satu dengan periode berikutnya.

Contoh: Pada era R.A Kartini, seorang wanita memakai celana tentu di anggap sebagai perilaku menyimpang, tetapi pada masa sekarang tindakan tersebut dianggap sebagai hal yang biasa dan lumrah.

2. Tempat artinya perilaku menyimpang tsb selalu berbeda – beda antara tempat atau daerah yang satu dengan daerah yg lain.

Contoh : kumpul kebo bagi orang amerika akan dianggap hal biasa, teapi bagi bangsa Indonesia perbuatan tsb dianggap sbg perilaku menyimpang yang tidak sesuai dg nilai dan norma masyarakat.

3. Konsensus: artinya sesuatu perbuatan dianggap sebagai perilaku menyimpang tergantung kepada konsensus atau perjanjian antar anggota masyarakat. Contoh: Seorang rakyat biasa yang memiliki senjata api tentu akan dianggap sebagai perilaku menyimpang, tetapi apabila anggota Polisi dan TNI memiliki senjata api akan dianggap hal yang biasa.

Menurut Kai Ericson, ”Tindakan yang dapat membuat seseorang masuk penjara mungkin dianggap sebagai tindakan yang luhur bagi pihak lain karena penilaian terhadap sebuah tindakan banyak bergantung pada keadaan dimana tindakan itu dilakukan dan reaksi dari orang yang melihat”. Oleh karena itu, apa yang disebut dengan perilaku menyimpang merupakan hal yang relatif, artinya tergantung pada situasi dan kondisi tertentu. Misalnya, seorang polisi menembak mati seorang residivis yang melarikan diri dan tidak pernah jera merampok, karena polisi tersebut melaksanakan tugasnya ia memperoleh penghargaan. Sebaliknya, jika pembunuhan itu dilakukan oleh seorang perampok terhadap orang yang dirampoknya, maka hukuman berat akan menanti perampok tersebut

II. Pengertian Konformitas

Dalam kehidupan masyarakat, perilaku menyimpang sering disebut perilaku anti sosial atau perilaku abnormal atau disebut juga deviasi (deviation). Sedangkan pelaku atau orang yang melakukan penyimpangan tersebut disebut devian (deviant). Selain perilaku menyimpang, dalam kehidupan masyarakat terhadap perilaku yang disebut konformitas yaitu kebalikan dari perilaku menyimpang, oleh karena itu perilaku menyimpang sering disebut juga non konformitas.

Menurut Kohn M. Shepard, konformitas adalah bentuk interaksi sosial yang didalamnya seseorang berperilaku terhadap orang lain sesuai dengan harapan kelompok atau masyarakat dimana ia tinggal. Konformitas berarti proses penyesuaian diri dengan masyarakat dengan cara mentaati norma-norma dan nilai-nilai masyarakat. Konformitas biasanya melahirkan kepatuhan dan ketaatan.

III Teori – Teori Timbulnya perilaku Menyimpang

  1. Teori Pergaulan berbeda (Differential Association)

Teori ini dikemukakan oleh Edwin H. Sutherland. Menurutnya, penyimpangan bersumber dari pergaulan dengan kelompok orang yang telah menyimpang. Penyimpangan diperoleh melalui proses alih budaya, melalui proses ini seseorang akan mempelajari perbuatan menyimpang dari sub budaya menyimpang.

  1. Teori Labeling (Reaksi Masyarakat)

Teori ini dikemukakan oleh Edwin M. Lemert. Menurutnya, seseorang akan berbuat menyimpang karena adanya stigma (Labeling), yaitu pemberian julukan, cap, merk, atau etiket. Selanjutnya Erving Goffman mengatakan bahwa stigma adalah penamaan yang sangat negatif kepada seseorang / kelompok. Adanya pembentukan stigma kepada seseorang atau kelompok dapat berakibat :

  1. Dapat merubah perilaku seseorang atau kelompok secara radikal mengenai konsep diri dan identitas sosial mereka dalam masyarakat.
  2. Membuat seseorang atau kelompok terabaikan dan diselisihkan secara sosial dalam masyarakat.
  3. Membuat seseorang atau kelompok menjadi sakit secara mental, sehingga mereka akan melakukan perilaku menyimpang secara terus menerus.

Misalnya seseorang mula-mula melakukan penyimpangan primer (dilakukan satu kali, misalnya mencuri). Kemudian masyarakat memberi stigma pada orang tersebut sebagai ”si pencuri”. Dengan pemberian stigma tersebut akhirnya mendorong orang tersebut untuk melakukan penyimpangan sekunder (dilakukan secara berulang-ulang, misalnya mencuri secara terus-menerus)

  1. Teori Fungsi

Teori dikemukakan oleh Emile Durkheim. Menurutnya, keseragaman dalam keadaan moral semua anggota masyarakat tidak dimungkinkan, sebab setiap individu berbeda satu dengan yang lainnya karena dipengaruhi faktor keturunan, lingkungan fisik, dan lingkungan sosial. Dengan demikian orang yang berwatak penjahat akan selalu ada dan kejahatan pun akan selalu ada. Durkheim bahkan berpandangan bahwa kejahatan perlu bagi masyarakat karena dengan adanya kejahatan maka moralitas dan hukum dapat berkembang secara normal.

Menurut Emile Durkheim, perilaku menyimpang bukanlah perilaku yang semata-mata tak normal dan melulu bersifat negatif. Perilaku menyimpang juga memiliki kontribusi positif bagi kelangsungan masyarakat secara keseluruhan, yaitu sebagai berikut :

  1. Perilaku menyimpang dapat memperkokoh nilai-nilai dan norma-norma sosial dalam masyarakat.
  2. Dapat mempertegas batas-batas moral, yaitu mana sesuatu yang dianggap baik / benar dan mana sesuatu yang dianggap buruk/salah.
  3. Akan menumbuhkan dan memperkuat persatuan dan kesatuan masyarakat.
  4. Mendorong terjadinya perubahan sosial dalam masyarakat.

Pendapat Durkheim ini didukung oleh Nahman Ben Yehuda yang mengatakan bahwa timbulnya perilaku menyimpang akan mengarahkan masyarakat untuk melakukan negoisasi ulang terhadap norma-norma yang ada dan mendorong terjadinya perubahan sosial dalam masyarakat.

  1. Teori Konflik

Teori ini kemukakan oleh Karl Mark. Menurutnya, perilaku menyimpang terkait erat dengan perkembangan kapitalisme. Seseorang atau perubahan dianggap sebagai perilaku menyimpang tergantung pada kekuasaan relatif dari sekelompok masyarakat. Timbulnya perilaku menyimpang terkait erat dengan praktek kekuasaan yang tidak adil. Hal ini tampak dalam ketiga hal tersebut:

  1. Norma-norma terutama norma hukum dari setiap masyarakat pada umumnya menguntungkan mereka yang kaya dan berkuasa.
  2. Jika perilaku orang kaya dan berkuasa dipersoalkan, mereka memiliki berbagai sarana untuk menolak sebutan sebagai perilaku menyimpang.
  3. Norma-norma dan hukum merupakan topeng yang sangat baik untuk menutupi berbagai perilaku curang orang-orang kaya dan berkuasa.
  1. Teori ketegangan (Strain Theory) atau Teori Jenjang Makro

Teori ini dikemukakan oleh Robert K. Merton. Menurutnya, struktur sosial tidak hanya menghasilkan perilaku yang konformis, tetapi juga perilaku menyimpang. Dalam struktur sosial terdapat dua hal yang saling berkaitan, yaitu :

  1. Tujuan Budaya, yaitu sesuatu yang pantas diraih.
  2. Cara-cara, yaitu cara yang harus di tempuh untuk mencapai tujuan.

Menurut Merton, timbulnya perilaku menyimpang karena tidak ada kesesuaian antara tujuan dengan cara-cara yang telah ditetapkan dalam struktur sosial. Selanjutnya, ia mengidentifikasi lima tipe cara adaptasi individu terhadap situasi tertentu. Empat diantara lima tipe tersebut merupakan perilaku menyimpang.

Cara-cara adaptasi tersebut adalah :

  1. Cara adaptasi konformitas (conformity)

Pada cara adaptasi ini, perilaku seseorang mengikuti tujuan dan cara yang telah ditetapkan masyarakat.

Contoh :

-          Tujuan yang ingin diraih     : Ingin mendapat gelar sarjana

-          Cara mencapai tujuan          : Kuliah di perguruan tinggi negeri atau swasta

  1. Cara adaptasi inovasi (innovation)

Pada cara adaptasi ini, perilaku seseorang mengikuti tujuan yang telah ditetapkan masyarakat, tetapi menggunakan cara-cara yang dilarang masyarakat.

Contoh

-          Tujuan yang ingin diraih     : ingin mendapat gelar sarjana

-          Cara mencapai tujuan          : Memalsu ijazah orang lain

  1. Cara adaptasi ritualisme (ritualism)

Pada cara adaptasi ini, perilaku seseorang meninggalkan  tujuan yang telah ditetapkan masyarakat, tetapi tetap berpegang pada cara-cara yang ditentukan masyarakat.

Contoh :

-          Tujuan yang ingin diraih     : tidak ingin mendapat gelar sarjana

-          Cara mencapai tujuan          : Kuliah di perguruan tinggi negeri atau swasta selama 4-5 tahun

  1. Cara adaptasi retreatisme (retreatism)

Pada cara adaptasi ini, perilaku seseorang tidak mengikuti tujuan yang ditetapkan masyarakat dan ia juga tidak mengikuti cara-cara yang ditetapkan masyarakat. Pola adaptasi ini menurut Merton dilakukan oleh orang yang mengalami sakit jiwa, gelandangan, pemabuk, dan pecandu obat bius. Orang-orang itu ada dalam masyarakat, tetapi dianggap tidak menjadi bagian masyarakat.

  1. Cara adaptasi pemberontakan (rebellion)

Pada cara adaptasi ini, perilaku seseorang atau masyarakat tidak mau mengakui struktur sosial yang sudah ada. Tujuan dan cara-cara yang telah ditetapkan juga tidak diakui. Kemudian mereka membentuk struktur sosial yang baru dengan memakai tujuan dan cara-cara yang baru pula.

Contoh : Peristiwa reformasi di Indonesia pada tahun 1998.

Mahasiswa tidak mau mengakui struktur sosial yang ada yaitu Orde Baru kemudian diganti dengan struktur sosial yang baru, yaitu Orde Reformasi. Tujuannya yang semula mempertahankan kepemimpinan presiden Suharto, diganti dengan tujuan menggulingkan kepemimpinan presiden Suharto. Caranya yang semula melalui MPR untuk mengangkat dan memberhentikan presiden diganti dengan cara demonstrasi untuk mengangkat dan memberhentikan presiden Suharto.

  1. Teori Biologis

Teori ini dikemukakan oleh Caesare Lambroso. Menurutnya timbulnya perilaku menyimpang karena disebabkan oleh :

  1. Adanya cacat tubuh yang diderita oleh seseorang.

Orang yang menyandang cacat fisik yang parah tidak mungkin dapat menerapkan segenap perilaku yangdiharapkan oleh masyarakat.

  1. Adanya ciri-ciri fisik tertentu yang dimiliki oleh seseorang yang umumnya berbeda dengan orang lain.

Menurut lambroso, para pelaku kejahatan umumnya memiliki ciri-ciri fisik raut muka murung/sedih, rahang dan tulang pipi menonjol keluar, bulu-bulu yang berlebihan, dan jari-jari yang luar biasa panjang. Namun sample yang digunakan Lambroso sangat sedikit, sehingga kesimpulan ini belum bisa dipertanggung jawabkan secara ilmiah.

  1. Teori Sosialisasi

Teori ini dikemukakan oleh Alert Bandura dan Richard H. Walters. Timbulnya perilaku menyimpang adalah produk dari kesalahan yang terjadi dalam proses sosialisasi. Kesalahan ini bisa sebagai hasil dari proses sosialisasi yang tidak sempurna maupun sebagai hasil proses sosialisasi nilai-nilai sub kebudayaan yang menyimpang.

  1. Teori Anomie

Teori ini dikemukakan oleh Emile Durkheim. Timbulnya perilaku menyimpang adalah konsekuensi dari perkembangan norma masyarakat yang semakin lama semakin kompleks, sehingga tidak ada lagi pedoman yang jelas yang dapat dipelajari dan dipatuhi oleh warga masyarakat sebagai dasar dalam bertindak dengan benar.

Emile Durkheim menggunakan konsep anomie untuk mendeskripsikan kondisi masyarakat tanpa norma. Timbulnya anomie karena disebebkan terjadinya kekacauan dalam masyarakat. Kondisi masyarakat tanpa norma dicirikan sebagai berikut :

  1. Hancurnya norma-norma sosial yang ada sehingga tidak ada satupun norma yang bisa dijadikan pegangan dalam hidup bermasyarakat.
  2. Tidak ada satupun norma yang bisa digunakan sebagai alat kontrol sosial dalam masyarakat.
  3. Individu-individu tidak dapat menemukan dan peranan mereka dalam masyarakat.
  4. Masyarakat tidak dapat menemukan aturan-aturan yang jelas yang membantu mengarahkan mereka.
  1. Teori Pengadilan Sosial

Teori ini dikemukakan oleh Bruce J. Cohn. Timbulnya perilaku menyimpang pada dasarnya disebabkan oleh 2 faktor, yaitu :

a)      Pengendalian dari dalam berupa penghayatan terhadap norma-norma yang berlaku.

b)      Pengendalian dari luar berupa imbalan sosial atau incentive dan sanksi bagi masyarakat yang melanggar norma-norma yang berlaku.

Untuk mencegah agar perilaku menyimpang tidak berkembang makin marak, penganut teori ini mengusulkan bahwa:

a).    Perlunya masyarakat meningkatkan rasa keterikatan dan kepercayaan terhadap lembaga-lembaga dasar masyarakat, seperti, keluarga, sekolah atau lembaga keagamaan.

b).    Pemberantasan sekularisme atau kurangnya penghayatan terhadap kehidupan keagamaan.

  1. Teori Disorganisasi Sosial

Teori ini dikemukakan oleh Wiliam I. Thomas dan Florian Znaniecki. Menurut teori ini perilaku menyimpang merupakan produk dari perkembangan masyarakat yang tidak seimbang. Di dalamnya terjadi perubahan dan konflik yang berdampak pada timbulnya perilaku menyimpang.

Teori ini menekankan bahwa timbulnya perilaku menyimpang terjadi pada masyarakat yang tidak terorganisir. Masyarakat yang terorganisir adalah masyarakat yang mampu membangun kesepakatan mengenai nilai dan norma fundamental sebagai dasar tindakan bersama. Oleh karena itu teori ini lebih banyak diterapkan pada kehidupan masyarakat kita terutama kota-kota besar. Di kota-kota besar terdiri dari beraneka ragam masyarakat yang berasal dari beranekaragaman ras, suku dan agama yang memiliki nilai norma sendiri-sendiri. Pertemuan dari beranekaragaman masyarakat tersebut mengakibatkan terjadinya disorganisasi sosial (Kekacauan sosial yang akhirnya melahirkanperilaku menyimpang dan bentuk kejahatan lainnya.

  1. Teori Kontrol

Perspektif kontrol adalah perspektif yang terbatas untuk penjelasan delinkuensi dan kejahatan. Teori ini meletakkan penyebab kejahatan pada lemahnya ikatan individu atau ikatan sosial dengan masyarakat, atau macetnya integrasi sosial. Kelompk-kelompok yang lemah ikatan sosialnya (misalnya kelas bawah) cenderung melanggar hukum karena merasa sedikit terikat dengan peraturan konvensional. Jika seseorang merasa dekat dengan kelompok konvensional, sedikit sekali kecenderungan menyimpang dari aturan-aturan kelompoknya. Tapi jika ada jarak sosial sebagai hasil dari putusnya ikatan, seseorang merasa lebih bebas untuk menyimpang.

DNS (Domain Name Sistem)

DNS (DOMAIN NAME SYSTEM)

Sejarah DNS

Sebelum dipergunakannya DNS, jaringan komputer menggunakan HOSTS files yang berisi informasi dari nama komputer dan IP address-nya. Di Internet, file ini dikelola secara terpusat dan di setiap loaksi harus di copy versi terbaru dari HOSTS files, dari sini bisa dibayangkan betapa repotnya jika ada penambahan 1 komputer di jaringan, maka kita harus copy versi terbaru file ini ke setiap lokasi. Dengan makin meluasnya jaringan internet, hal ini makin merepotkan, akhirnya dibuatkan sebuah solusi dimana DNS di desain menggantikan fungsi HOSTS files, dengan kelebihan unlimited database size, dan
performace yang baik. DNS adalah sebuah aplikasi services di Internet yang menerjemahkan sebuah domain name ke IP address. Sebagai contoh, www untuk penggunaan di Internet, lalu diketikan nama domain, misalnya: yahoo.com maka akan di petakan ke sebuah IP mis 202.68.0.134. Jadi DNS dapat di analogikan pada pemakaian buku telepon, dimana orang yang kita kenal berdasarkan nama untuk menghubunginya kita harus memutar nomor telepon di pesawat telepon. Sama persis, host komputer
mengirimkan queries berupa nama komputer dan domain name server ke DNS, lalu oleh DNS dipetakanke IP address.

DNS adalah sebuah teknologi  yang mengubah jaringan computer yang semula bekerja dengan alamat IP diubah menjadi nama domain. Biasanya pada internet untuk penunjukan sumber universal (URL) dan alamat e-mail.

Dulu sebelum adanya DNS, untuk mengakses sebuah browser kita menggunakan alamat IP yang berupa angka-angka misal: server (66.102.7.104) merupakan alamat IP www.google.com . dan hal ini mempersulit orang-orang untuk mencari server yang lain , karena tidak mengetahui alamt IP server tersebut. Sehingga dengan adanya DNS ini yang menyediakan servis  untuk mengubah alamat IP menjadi nama domain, memudahkan kita untuk mencari server yang kita inginkan.

Internet adalah jaringan yang terhubung ke seluruh dunia. Dan setiap computer yang terhubung dengan internet pasti memiliki IP Address. Dan untuk mengetahui IP Address computer kita, bisa mencarinya dengan browsing di www.indosatm2.net dan www.speedtest.net

 

Domain Name System (DNS) merupakan distribute database system yang digunakan untuk pencarian nama komputer (name resolution) di jaringan yang mengunakan TCP/IP (Transmission Control Protocol/Internet Protocol). DNS biasa digunakan pada aplikasi yang terhubung ke Internet seperti web browser atau e-mail, dimana DNS membantu memetakan host name sebuah komputer ke IP address. Selain digunakan di Internet, DNS juga dapat di implementasikan ke private network atau intranet dimana DNS memiliki keunggulan seperti:

1. Mudah, DNS sangat mudah karena user tidak lagi direpotkan untuk mengingat IP address sebuah komputer cukup host name (nama Komputer).
2. Konsisten, IP address sebuah komputer bisa berubah tapi host name tidak berubah.
3. Simple, user hanya menggunakan satu nama domain untuk mencari baik di Internet maupun di Internet.

DNS dapat disamakan fungsinya dengan buku telepon. Dimana setiap komputer di jaringan Internet memiliki host name (nama komputer) dan Internet Protocol (IP) address. Secara umum, setiap client yang akan mengkoneksikan komputer yang satu ke komputer yang lain, akan menggunakan host name. Lalu komputer anda akan menghubungi DNS server untuk mencek host name yang anda minta tersebut berapa IP address-nya. IP address ini yang digunakan untuk mengkoneksikan komputer anda dengan komputer lainnya.

Struktur DNS

Domain Name Space merupakan sebuah hirarki pengelompokan domain berdasarkan nama, yang terbagi menjadi beberapa bagian diantaranya:
Root-Level Domains
Domain ditentukan berdasarkan tingkatan kemampuan yang ada di struktur hirarki yang disebut dengan level. Level paling atas di hirarki disebut dengan root domain. Root domain di ekspresikan berdasarkan periode dimana lambang untuk root domain adalah (“.”).
Top-Level Domains
Pada bagian dibawah ini adalah contoh dari top-level domains:
- com Organisasi Komersial
- edu Institusi pendidikan atau universitas
- org Organisasi non-profit
- net Networks (backbone Internet)
- gov Organisasi pemerintah non militer
- mil Organisasi pemerintah militer
- num No telpon
- arpa Reverse DNS
- xx dua-huruf untuk kode negara (id:Indonesia,sg:singapura,au:australia,dll)
Top-level domains dapat berisi second-level domains dan hosts.

Untuk membuat website memerlukan alamat website yang berupa domain name :Top level Domain ada 2 macam:

1.  gTLD (Generic TLD, contohnya: .Com .Net .Org .TV.gov)  ex: www.google.com , www.speedtest.net , Wikipedia.org

2.  ccTLD (Country Code, contohnya: .Us .Cn .Mx .Id .uk .my)

  • Com : ini adalah domain name yang paling umum dan paling banyak dipakai.  .Com itu singkatan dari Commercial. Jadi untuk website yang bertujuan untuk “money making” disarankan menggunakan .Com ini
  • .Net : ini domain yang paling banyak dipakai ke-2 setelah .Com. .Net singkatan dari Network. Sebenarnya domain ini ditujukan untuk para internet service provider.
  • .Org : kalo domain yang satu ini, singkatan dari Organization, biasanya dipake buat website dari sebuah organisasi politik atau organisasi yang ‘non-profit’
  • .Info : domain yang registrasinya paling murah, sekitar $1.99 usd, domain ini cocok untuk website yang berisi informasi-informasi

Sub domain

Menunjukkan hanya untuk pribadi

Nama subdomain bersifat relative tergantung alamat URL/ nama Website.

Ex:       Wikipedia.org  ® sub domain: Wikipedia , TLDomain : org

www.yahoo.com® sub domain : www , domain : yahoo , TLD : com

www.smazapo.sch.id ®sub domain : id , domain : smazapo , TLD : sch ,w ww ; host name

 

Setiap label di sebelah kirinya menyatakan sebuah sub-divisi atau subdomain dari domain yang lebih tinggi. Catatan: “subdomain” menyatakan ketergantungan relatif, bukan absolut. Contoh: wikipedia.org merupakan subdomain dari domain org, dan id.wikipedia.org dapat membentuk subdomain dari domain wikipedia.org (pada prakteknya, id.wikipedia.org sesungguhnya mewakili sebuah nama host – lihat dibawah).

Second-Level Domains
Second-level domains dapat berisi host dan domain lain, yang disebut dengan subdomain. Untuk contoh: Domain Bujangan, bujangan.com terdapat komputer (host) seperti server1.bujangan.com dan subdomain training.bujangan.com. Subdomain training.bujangan.com juga terdapat komputer (host) seperti client1.training.bujangan.com.

Beberaa contoh dari sub domain meliputi:

  1. edu atau ac  merupakan domain untuk bidang pendidikan
  2. gov atau go merupakan untuk badan peerintahan
  3. int merupakan domain untuk badan dunia
  4. org merupakan untuk domain organisasi
  5. co merupakan domain untuk peruahaan
  6. net merupakan domain untuk jaringan (internet provider)
  7. mil merupakan domain untuk militer
  8. com merupakan domain untuk situs komersial

 

Untuk kode nama dari negara dimana situs berada meliputi:

  1. id untuk negara indonesia
  2. id untuk negara India
  3. id untuk negara Amerika
  4. id untuk negara China
  5. id untuk negara Inggris
  6. id untuk negara Jerman
  7. id untuk negara Australia

Host Names
Domain name yang digunakan dengan host name akan menciptakan fully qualified domain name (FQDN) untuk setiap komputer. Sebagai contoh, jika terdapat fileserver1.detik.com, dimana fileserver1 adalah host name dan detik.com adalah domain name. Bagian paling kiri dari bagian nama domain (biasanya) menyatakan nama host. Sisa dari nama domain menyatakan cara untuk membangun jalur logis untuk informasi yang dibutuhkan; nama host adalah tujuan sebenarnya dari nama sistem yang dicari alamat IP-nya. Contoh: nama domain http://www.wikipedia.org memiliki nama host “www”.

 

Fungsi dari DNS adalah menerjemahkan nama komputer ke IP address (memetakan). Client DNS disebut dengan resolvers dan DNS server disebut dengan name servers. Resolvers atau client mengirimkan permintaan ke name server berupa queries. Name server akan memproses dengan cara mencek ke local database DNS, menghubungi name server lainnya atau akan mengirimkan message failure jika ternyata permintaan dari client tidak ditemukan. Proses tersebut disebut dengan Forward Lookup Query, yaitu permintaan dari client dengan cara memetakan nama komputer (host) ke IP address.

Web Hosting

 

Apabila kita ingin membuka website atau data dari sebuah perusahaan yang kita inginkan, tapi computer perusahaan tersebut mati sehingga kita tidak bisa mengambil data tersebut. Maka dengan berkembangnya teknologi maka diperlukan  layanan webhosting yang memungkinkan kita untuk dapat mengakses data tersebut setiap saat.  Jadi melalui webhosting kita bisa memberikan data kita di internet kapanpun dan dimanapun, sehingga memudahkan data tersebut untuk diambil .   ex : indoGlobal/web dan jagoan.hosting

Jadi web  hosting adalah layanan jasa penyewaan tempat di internet yang memungkinkan perorangan ataupun organisasi menampilkan layanan jasa atau produknya di web / situs Internet. Maka pemanfaatan jasa web hosting merupakan sarana alternatif: Promosi, Menyebarkan Informasi, Berjualan, Layanan Publik sampai dengan sekedar tempat untuk menumpahkan isi hati yang kelabu ke dalam buku harian berbasis web (blog: web log). Dengan adanya webhosting juga memudahkan kita untuk mendapatkan informasi, terutama sebagai pelajar yang juga bisa mendapatkan materi pelajaran dari web seorang guru. Untuk membuat website kita harus membelinya/ menyewanya di webhosting. Banyak penyelenggara jasa web hosting. Yang paling mudah adalah google atau yahoo .

 

Domain Gratis

Domain gratis kebanyakan adalah sub domain,, yaitu domain utamanya sudah ada yang punya. Namun dia menyediakan domain lain dengan ekstensi domain utama (TDL) tersebut. Misalnya adalah domain gratis co.cc. kalau kita mendaftarkan website/blog dengan domain co.cc, sebenarnya kita mendapatkan subdomain. Domain utama adalah co.cc. namun yang kita dapatkan adalah ”namakita.co.cc”, dan sebagainya

Hello world!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.